Minggu, 02 Januari 2011

Input Output Device


By: Dita Septiana/PCA-10-01/30310005
Input Output Device

·         Secara umum, perangkat I/O dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu:
1.    Perangkat blok.
Perangkat yang menyimpan informasi dalam blok-blok berukuran tertentu (umumnya 512 sampai 32.768 byte) dan setiap blok memiliki alamat masing-masing. Setiap blok pada perangkat ini bisa diakses dan ditulis secara independen. Contoh perangkat blok adalah disk.
2.    Perangkat karakter.
Perangkat yang mengirim dan menerima sebarisan karakter tanpa menghiraukan struktur blok. Contoh perangkat karakter adalah printer, network interface dan perangkat yang bukan disk.

·         Unit I/O terdiri dari dua komponen, yaitu:
1.    Komponen mekanis, adalah perangkat I/O itu sendiri seperti mouse, monitor, dll.
2.    Komponen elektronis, disebut juga dengan controller untuk perangkat. Perangkat I/O tidak berhubungan langsung dengan prosesor. Controller yang menjadi penghubung antara prosesor dengan perangkat.

·         Port I/O terdiri dari 4 register, yaitu:
1.    Data-in register. Register ini yang akan dibaca CPU untuk mendapatkan input.
2.    Data-out register . CPU menulis bit disini sebagai output data.
3.    Status. CPU akan membaca register ini untuk mengetahui status perangkat. Status perangkat bisa menandakan apakah tersedia input di data-in register, perangkat selesai melaksanakan tugasnya dengan baik atau terjadi error di perangkat.
4.    Kontrol. Register ini ditulis oleh CPU untuk memulai perintah atau untuk mengganti modus perangkat. Salah satu contoh penggantian modus perangkat adalah terdapat bit di register kontrol di serial port yang berfungsi untuk memilih kecepatan transfer yang didukung oleh serial port tersebut.

·         Input Device
Input device adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa sinyal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, sinyal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Contoh : Keyboard, Pointer, Scanner, dan sensor

·         Output Device
Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form).

Peralatan output dapat berupa:
1.    Hard-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada media keras seperti kertas atau film.
2.    Soft-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan dan image pada media lunak yang berupa sinyal elektronik.
3.    Drive device atau driver, yaitu alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic disc atau magnetic tape. Alat ini berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat input.

Contoh Output device : printer, plotter, dan monitor.

Input Output Sistem


By: Dita Septiana/PCA-10-01/30310005
Input/Output Sistem

Dalam melaksanakan kerjanya, komputer selalu berhubungan dengan pihak luar dengan perantara I/O device,Inout device akan menerima data dan masukan lainnya untuk diproses dan output device akan merepresentasikan hasil perhitungan tadi dengan format yang dikehendaki oleh pengguna.
Terdapat dua bagian penting yang membangun suatu I/O system, yaitu I/O bus dan I/O device. I/O device adlah alat-alat I/O yang digunakan pada suatu komputer sedangkan I/O bua adalah tipe kanal atau interface yang digunakan oleh I/O device tersebut, seperti ISA, PCI, PCI express dan sebagainya.
·         Input/Output system arsitektur
I/O device diatur melalui southbridge yang terdapat dalam suatu komputer (motherboard). Dalam perkembangannya, southbridge biasanya dibantu oleh suatu super I/O controller yang bertugas mengatur kerja I/O yang memiliki fungsi kerja yang  tidak  begitu membutuhkan prioritas.
Untuk menentukan kinerja I/O system dapat digunakan dua acuan”
-       Nilai Latency, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transfer data dengan ukuran terkecil. Satuan latency adalah detik.
-       Bandwidth, yaitu banyaknya data maksimal yang dapat ditransfer dalam satuan waktu. Satuan dari bandwidth adalah Byte/s.

·         Mekanisme kerja Input/Output system
1.       Pooling
Busy waiting/pooling adalah mekanisme CPU membaca status device secara terus-menerus untuk menentukan device yang bebas.
o   Berikut cara kerja pooling:
a.       Command ready bit akan diset aktif oleh host (CPU/microprocessor pada gambar)
b.      Host akan mencari device yang bebas
c.       Ketika menemukan device yang bebas, busy bit akan diset oleh device controller
d.      Host akan melakukan pertukaran data dengan device
e.      Setelah selesai, device controller akan menonaktifkan command ready bit dan busy bit
2.       Interrupt
Konsep dasar interrupt adalah device dapat mengalihkan sementara CPU untuk melayani device tersebut. Cara kerjanya adalah sebagai berikut:
a.       CPU mendeteksi interrupt request line yang dikirimkan oleh device via controller
b.      CPU menyimpan status kerja sekarang dan memanggil interrupt handler untuk agar dapat melayani interrupt diatas.
3.       Direct Memory Access
DMA adalah sebuah prosesor tambahan yang digunakan untuk menghindari pembebanan CPU. Berikut cara kerja DMA:

1.       CPU akan menuliskan sebuah DMA command block yang berisi pointer asal dan tujuan transfer data serta jumlah byte yang akan ditransfer ke memory.
2.       Command block kemudian dieksekusi oleh DMA controller sehingga controller dapat langsung mengoperasikan bus memory secara langsung.
3.       Processor menyiapkan DMA transfer dengan menyedia kan data-data dari device, operasi yang akan ditampilkan, alamat memori yang menjadi sumber dan tujuan data, dan banyaknya byte yang di transfer.
4.       DMA controller memulai operasi (menyiapkan bus, menyediakan alamat, menulis dan membaca data), sampai seluruh data selesai ditransfer.
5.       Processor akan diinterrupt oleh DMA controller, dimana selanjutnya akan ditentukan tindakan berikutnya.

·         I/O Subsistem
Fungsi I/O subsystem antara lain:
-       Melakukan manajemen nama untuk file dan device
-       Melakukan control akses untuk file dan device
-       Melakukan alokasi untuk file dan device
-       Melakukan I/O scheduling, buffering, caching, spooling
-       Mengawasi status device, error handling dan recovery
-       Konfigurasi dan utilisasi device driver

1.       I/O  Scheduling
Service ini menentukan urutan ketika beberapa proses berjalan dalam suatu waktu. Permintaan terhadap I/O akan ditampung dalam antrian dan diproses oleh I/O scheduler untuk meningkatkan efisiensi sisten dan mengurangi waktu tunggu yang dihasilkan.
2.       Buffering
Buffering adalah teknik untuk menyimpan data sementara pada memory ketika dipindahkan dari suatu device/aplikasi ke device /aplikasi lainnya. Teknik buffering dapat meningkatkan kinerja sistem karena memory yang digunakan untuk proses ini lebih cepat dibandingkan akses ke disk.
3.       Caching
Hampir sma dengan teknik buffering, caching akan mengduplikasi data dari device/disk ke memory sementara sehingga akses yang dibutuhkan menjadi lebih cepat. Pada buffering, data pada buffer adalah data satu-satunya sedangkan pada teknik caching, data pada cache merupakan data duplikat dari tempat lain.
4.       Spooling
Spooling adalah suatu buffer yang digunakan untuk menyimpan data sementara sebelum dieksekusi oleh suatu device. Teknik spooling banyak dugunakan oleh device printer, karena printer hanya dapat melayani satu pekerjaan (mencetak) dalam suatu waktu, maka permintaan pekerjaan yang lain harus menunggu di buffer spooler.
5.       Error Handling
Sistem operasi dapat mengkompensasikan sebagian besar kesalahan yang terjadi melalui proses recovery, misalnya ketika terjadi read error pada suatu disk, sistem operasi akan melakukan pembacaan ulang. Untuk kesalahan yang bersifat permanen, biasanya sistem perasi tidak dapat mengembalikan data seperti semula.Service ini menentukan urutan ketika beberapa proses berjalan dalam suatu waktu. Permintaan terhadap I/O akan ditampung dalam antrian dan diproses oleh I/O scheduler untuk meningkatkan efisiensi sisten dan mengurangi waktu tunggu yang dihasilkan.

Senin, 27 Desember 2010

Cara Membongkar dan Merakit Laptop


By: Dita Septiana/30310005/PCA-10-01
Cara membongkar Laptop dan merakitnya

Disini saya akan berbagi tentang cara membongkar laptop dan merakitnya.. Memang agak sedikit rumit dan membutuhkan keuletan dalam membongkar dan merakit laptop.. Eiittsss,, Tai gak usah khawatir disini saya akan kasih tau caranya… Sampel yang digunakan adalah laptop dengan merk HP probook 4420s…
Langkah membongkar Laptop:
·         Matikan laptop terlebih dahulu
·         Kemudian copot baterainya
·         Setelah baterai dicopot, lepas semua sekrup di bawah plastik casing dan ambil papan penutup thes. Di papan tersebut, terdapat 3 buah sekrup pada bagian tengah bawah plastik casing, dan 4 sekrup di sisi kiri bagian bawah. Di sini kita juga bisa meng-upgrade HDD laptop kita, kartu jaringan nirkabel, dan RAM.
·         Kemudian pada baterai terdapat 5 sekrup, lalu kita copot sekrup tersebut.
·         Setelah semua sekrup udah dicopot, kita ambil keyboard pelan-pelan. Karena disitu ada kabel fleksibelnya, jadi hati-hati dalam melepas keyboard.
·         lalu setelah membongkar keyboard maka kita membongkar panel , cara membongkar panel juga harus pelan-pelan karena ada kabel fleksibelnya malah kecil banget.
naah caranya itu bukan di tarik ke atas tapi di tekan ke samping pelan-pelan.
·         setelah ini, mari kita bongkar optikal disk, pada optikal disk ada beberapa sekrup yang harus di buka terlebih dahulu. setelah di lepas semua optikal disk sudah dapat di ambil.
·          setelah itu kita akan membongkar LCD, membongkar LCD juga harus membuka sekrup-sekrupnya terlebih dahulu stelah selese membongkar kita dapat mengambil LCD tersebut. disini ada kabel yang menghubungkan LCD dan motherboard maka kita harus melepasnya dulu..
·         kalo kita mau tahu dimana CPU, kita bisa membuka penutup cpu tu..

udah deh.. semuanya kebongkar....
eits... kalo dah bisa bongkar.. jg hrs bisa merakitnya lagi donk.. kan gak asik tuh,.. kita bisa bongkar tapi gak bisa pasang.. hehehe.. ^_^

Langkah  merakit laptop probook 4420s :
1. pertama kita pasang kabel penghubung LCD dg motherboard..
2. pasang sekrup sekrupnya
3. kemudian pasang optikal disk.. jgn lupa pasang sekrup2nya..
4. habis tu kita pasang panel2nya..
5. tutup chasing
6 tapi jangan sampe lupa ya sekrup2nya dipasang.. seperti awal ngebuka..

semoga bermanfaat.. ^^




Minggu, 19 Desember 2010

Tugas_Siskom_organisasi_sistem_komputer

By: Dita Septiana/PCA-10-01/30310005
ORGANISASI SISTEM KOMPUTER


Organisasi komputer pada prinsipnya adalah bagaimana seorang pengembang komputer mengkombinasikan dan menyusun komponen-komponen yang terdapat dalam suatu komputer. Komponen dasar yang terdapat dalam suatu komputer adalah processor (CPU), memory dan I/O device. Ketiga komponen dasar diatas dihubungkan dengan suatu jalur yang dinamakan bus.
Suatu komputer modern contohnya, memiliki komponen-komponen sebagai berikut:
-       Processor: i7 950 3.06 GHz
-       Memory: DDR3 4 GB
-       I/O device: Hard disk SATA 320 GB, keyboard dan mouse USB, VGA card ATI Radeon 4870 dengan LCD monitor, sound card Audigy X-Fi, Blu Ray drive.

·         Bus

Bus adalah jalur yang menghubungkan komponen-komponen yang terdapat di komputer. Wujud fisik bus adalah jalur-jalur pada sirkuit elektronik yang dilalui oleh sinyal listrik. Dalam suatu desain komputer, bus dapat dibagi menjadi tiga, data bus, adderss bus dan control bus. Besar bus didefinisikan dalam satuan bit.
Data bus adalah jalur yang digunakan oleh komponen komputer untuk bertukar data. Lebar data bus menentukan jumlah maksimal data yang dapat dikirim dalam satu satuan waktu. Komputer modern dapat memiliki data bus sebesar 8 bit, 16 bit, 32 bit atau 64 bit. Walaupun masih terdapat perdebatan, data bus dihitung dari jumlah terbesar dari register integer general purpose. Jadi jika sebuah prosesor memiliki lebar data bus 64 bit tetapi hanya memiliki register integer general purpose sebesar 32 bit, prosesor tersebut dikategorikan sebagai prosesor 32 bit.

·         Processor
Processor atau CPU adalah komponen yang menjalankan program (baris-baris perintah) yang tersimpan pada memory. Dalam menjalankan program, CPU melakukan tiga langkah, yaitu:
a.     Mengambil perintah (fetch)
b.     Menterjemahkan perintah (decode)
c.     Melaksanakan perintah (execute)
CPU memiliki beberapa bagian dalam melaksanakan tugasnya, yaitu:
-       Control Unit (CU) yang mengambil perintah dan menentukan perintah tersebut,
-       Arithmetic and Logic unit, yang berfungsi menjalankan perintah matematika dan logika (misalnya operasi AND dan penjumlahan biner)
-       Register, yaitu memory yang sangat cepat yang digunakan untuk menampung perhitungan di CPU. Selain itu terdapat register yang berfungsi khusus:
o    Program counter (PC) yang menunjukkan perintah selanjutnya yang akan dikerjakan oleh CPU
o    Instruction register (IR) yang menunjukkan perintah yang sedang dikerjakan saat ini.

·         Memori
Memory utama adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan data dan bersifat volatile, ,artinya tanpa daya listrik, data yang disimpan akan hilang.  Berbeda dengan memory sekunder bersifat non-volatile, walaupun tanpa daya listrik, data yang terkandung didalamnya tetap ada.  Memory memiliki tingkatan, register, cache dan RAM.

·         I/O Device

I/O device adalah perangkat yang menjadi penghubung antara manusia dan mesin. Perangkat ini menerima masukan dari manusia dan merepsentasikan data yang telah diolah dalam format yang dapat dimengerti oleh manusia.

Berikut adalah cara kerja organisasi sistem komputer :

Komputer melakukan pekerjaan utamanya di bagian mesin dan kita tidak dapat melihat, sebuah pusat kontrol yang mengkonversi data informasi input ke output. Pusat kontrol ini, yang disebut central processing unit (CPU), Cara Kerja Sistem Komputer adalah sangat kompleks.

Luas seperangkat sirkuit elektronik yang mengeksekusi instruksi program yang tersimpan. Semua komputer, besar dan kecil, harus memiliki unit pengolahan pusat. Unit pengolahan pusat terdiri dari dua bagian: kontrol unit dan aritmatika / logic unit. Setiap bagian memiliki fungsi spesifik.

Sebelum kita membahas unit kontrol dan aritmatika / logic unit secara rinci, kita perlu mempertimbangkan penyimpanan data dan hubungannya dengan unit pengolahan pusat. Komputer menggunakan dua jenis penyimpanan: penyimpanan primer dan sekunder.

CPU berinteraksi erat dengan penyimpanan primer atau memori utama, mengacu pada itu untuk kedua instruksi dan data. Untuk alasan ini bagian ini akan membahas pembacaan memori dalam konteks unit pengolahan pusat.

Ingatlah bahwa memori (RAM) komputer hanya menyimpan data sementara, pada saat komputer adalah mengeksekusi program. Penyimpanan sekunder berlaku permanen atau semi-permanen data pada beberapa magnet luar atau media optik.

Disket dan CD-ROM disk yang telah Anda lihat dengan komputer pribadi adalah perangkat penyimpanan sekunder, seperti juga hard disk. Karena atribut fisik perangkat penyimpanan data sekunder cara menentukan data yang diselenggarakan pada mereka, kita akan membahas penyimpanan dan data sekunder organisasi bersama-sama di bagian lain.

Sekarang mari kita perhatikan komponen-komponen dari unit pengolahan pusat Cara Kerja Sistem Komputer.

Control Unit
Unit kontrol dari CPU berisi sirkuit yang menggunakan sinyal listrik untuk mengarahkan keseluruhan sistem komputer untuk melaksanakan, atau mengeksekusi, petunjuk program disimpan. Seperti pemimpin orkestra, unit kontrol tidak mengeksekusi petunjuk program; akan tetapi, ia mengarahkan bagian-bagian lain dari sistem untuk melakukannya. Unit kontrol harus berkomunikasi dengan baik aritmetika / logika unit dan memori.

The Arithmetic / Logic Unit
Aritmetik / logic unit (ALU) berisi sirkuit elektronik yang menjalankan semua operasi aritmatika dan logis.

Aritmetika logika unit dapat melakukan empat jenis operasi aritmatika, atau perhitungan matematika: penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Seperti namanya, aritmetika logika unit juga melakukan operasi logis. Sebuah operasi logis biasanya perbandingan. Unit dapat membandingkan angka, huruf, atau karakter khusus.

Komputer dapat melakukan tindakan berdasarkan hasil dari perbandingan. Ini adalah kemampuan yang sangat penting. Hal ini dengan membandingkan bahwa komputer dapat mengatakan, misalnya, apakah ada terisi kursi di pesawat terbang, apakah biaya-pelanggan kartu kredit mereka telah melampaui batas, dan apakah salah satu calon Kongres memiliki suara lebih banyak daripada yang lain.

Register: Temporary Storage Areas
Register adalah tempat penyimpanan sementara untuk instruksi atau data. Mereka bukan merupakan bagian dari memori, melainkan mereka adalah lokasi penyimpanan tambahan khusus yang menawarkan keuntungan dari kecepatan.

Register bekerja di bawah arahan dari unit kontrol untuk menerima, menyimpan, dan mentransfer instruksi atau data dan melakukan aritmatika atau perbandingan logika dengan kecepatan tinggi. Unit kontrol menggunakan penyimpanan data cara mendaftarkan pemilik toko menggunakan mesin kasir-sebagai sementara, tempat nyaman untuk menyimpan apa yang digunakan dalam Cara Kerja Sistem Komputer.

Memory dan Storage
Memori ini juga dikenal sebagai penyimpanan utama, memori utama, penyimpanan internal, memori utama, dan RAM (Random Access Memory); semua istilah ini digunakan secara bergantian oleh orang-orang di kalangan komputer. Memori adalah bagian dari komputer yang menyimpan data dan instruksi untuk diproses. Walaupun berhubungan erat dengan central processing unit, memori terpisah darinya. Program memori instruksi atau data hanya selama program itu menyangkut dalam operasi.